Breaking News

Pj Bupati Langkat Usulkan Pembangunan Irigasi untuk Swasembada Pangan

Medan || Dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memimpin Rapat Koordinasi Bidang Pangan Provinsi Sumatera Utara di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Selasa (21/1/2025).

IRIGASI: Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy menyampaikan persoalan irigasi dalam Rapat Koordinasi Bidang Pangan Provinsi Sumatera Utara di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Selasa (21/1/2025).

Pada kesempatan tersebut, Pj Bupati Langkat HM Faisal Hasrimy, menyampaikan permasalahan irigasi di Kabupaten Langkat.

"Sebagai lumbung pangan terbesar kedua di Sumatera Utara, Kabupaten Langkat memiliki 6.000 hektare lahan sawah tadah hujan, sementara irigasi baru tersedia untuk 4.000 hektare," terangnya.

Ditambahlan dia, bendungan Wampu yang dapat mengairi hingga 10.000 hektare belum memiliki jaringan irigasi primer, sekunder, maupun tersier.

Faisal pun mengajukan permohonan agar pembangunan irigasi di Langkat dapat menjadi prioritas tahun 2025 ini. 

"Jika ini terealisasi, Langkat siap berkontribusi besar dalam pencapaian swasembada pangan di Sumatera Utara dan nasional," yakinnya.

Dalam arahannya, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya mewujudkan swasembada pangan sesuai visi Presiden. 

"Reformasi selama hampir 29 tahun tidak memberikan tambahan signifikan pada sektor pangan seperti pabrik pupuk atau irigasi baru. Ini menjadi catatan penting bagi kita," ujar Zulkifli.

Ia juga menyampaikan bahwa target tahun 2025 adalah menghentikan impor beras dan jagung. “Kami telah menghitung kebutuhan dan alhamdulillah tercukupi. Dukungan kepala daerah yang sejalan dengan visi ini akan mempermudah realisasinya,” harapnya.

Semetara itu, Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni menyampaikan data optimistis terkait kondisi pangan di Sumatera Utara. 

"Target panen Januari-Februari 2025 sebesar 352.000 ton gabah atau setara 225.000 ton beras. Dengan kebutuhan 180.000 ton beras di periode tersebut, kita akan surplus," jelasnya.

Fatoni juga menargetkan produksi 4 juta ton beras sepanjang tahun 2025 dengan dukungan penyediaan benih, saprodi, penyuluh pertanian, dan subsidi pupuk.(rel/fan)
© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM