Saat ini dia sedang menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Medan, Jurusan Teknik Mesin (Prodi Teknik Konversi Energi).
Di bantu orang tuanya dengan dana dua puluh juta rupiah dari hasil menjual hewan ternak kambing, uang tersebut dia gunakan untuk membeli peralatan membuat pesawat udara.
Hasilnya, setelah lima bulan merancang pesawat, Carlos berhasil membuat pesawat udara jenis stol dengan memakai mesin dari kendaraan motor roda dua.
Pesawat rakitannya ini berhasil dia rancang dengan pengetahuan yang diperoleh dari membaca dan melihat cara membuat pesawat dari berbagai sumber informasi.
Meskipun pesawat ini memang masih jauh dari kata sempurna dan perlu ada perbaikan, tapi semangat Carlos untuk terus belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuannya patut untuk diapresiasi.
Pesawat rakitan ini menjadi bukti kreativitas dan semangat anak bangsa untuk berinovasi.
Meskipun, hingga kini pesawat tersebut belum pernah diuji terbang karena tidak adanya landasan pacu yang memadai.
Namun, Carlos Sitepu tetap yakin pesawatnya ini dapat mengudara bila ada pihak yang memberikan bantuan menerbangkan pesawat.
Di balik karyanya, Carlos berharap kepada Pemerintah Kabupaten Langkat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta Pemerintah Pusat dapat memberikan perhatian serta dukungan untuk pengembangan pesawat ini.
Dia juga berharap karya ini dapat menarik perhatian pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur jalan di desanya yang rusak parah dan berlumpur karena belum pernah diperbaiki alias belum pernah diaspal.
Bagi Charlos, inovasi bukan hanya tentang ilmu, tapi juga cara untuk membantu masyarakat sekitar.(fan)
Social Header